Senin, 30 Maret 2009

Komunikasi dan Konseling dalam Praktik Keperawatan

KOMUNIKASI DAN KONSELLING
DALAM PRAKTEK KEPERAWATAN

A. PENGERTIAN KOMUNIKASI
 Istilah Komunikasi
Kata komunikasi berasal dari Bahasa Inggris, yaitu “ communication “ dan Bahasa latin “ communicatio “. Keduanya bersumber dari kata “ communis “ yang artinya sama, yang berarti sama makna.
 Jadi komunikasi akan dikatakan Komunikatif bila : Keduanya selain mengerti bahasa yang digunakan, juga mengerti makna dari bahan yang dipercakapkan.
 Definisi Komunikasi
Menurut TAYLOR ( 1993 ) :
Komunikasi adalah proses pertukaran informasi atau proses yang menimbulkan dan meneruskan makna atau arti. Jadi dalam komunikasi terjadi penambahan pengertian antara pemberi dan penerima informasi sehingga mendapatkan pengetahuan.
Menurut BURGES ( 1988 ) :
Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, makna, dan pemahaman dari pengirim pesan kepada penerima pesan. Jadi ada penerusan informasi dari pengirim kepada penerima pesan dalam komunikasi.
Menurut YUWONO ( 1985 ) :
Komunikasi adalah kegiatan mengajukan pengertian yang diinginkan dari pengirim informasi kepada penerima informasi dan menimbulkan tingkah laku yang diinginkan penerima.
KOMUNIKASI :
Merupakan seni penyampaian informasi ( pesan, ide, sikap atau gagasan ) dari komunikator / penyampai berita, untuk mengubah serta membentuk perilaku komunikan / penerima berita ( pola, sikap, pandangan, dan pemahamannya ) ke pola an pemahaman yang dikehendaki bersama.




B. KOMPONEN KOMUNIKASI
 Komunikator
Adalah orang yang mau berkomunikasi dengan orang lain. Disebut juga pembawa berita, pegirim berita dan sumber berita. Komunikator bisa individu, keluarga atau kelompok.
Dalam proses komunikasi, pengirim berita menggunakan :
- Gagasan yang diwujudkan lambang yang berbentuk kata-kata
- Komunikasi disampaikan dengan menggunakan media yang berbentuk ucapan, gerak tangan dan telepon.
- Penyampaian langsung dengan cara : tatap muka dan telepon.
 Pesan
Disebut juga amanat.
Adalah berita yang disamaikan oleh komunikator melalui lambang / gerakan.
Berita dapat berupa cerita, atau keterangan mengenai kejadian / peristiwa yang hangat dan akurat.
Komunikator dan pesan digunakan bersama dalam komunikasi, jadi merupakan unsur utama dalam komunikasi.
 Saluran Komunikasi
- Merupakan sarana untuk menangkap lambang yang kemudian diterjemahkan dalam bentuk persepsi yang memberi makna terhadap suatu stimulus
- Persepsi : merupakan tanggapan / penerimaan langsung dari sesuatu / satu proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui panca indera.
- Saluran komunikasi meliputi :
Pendengaran ( lambang berupa suara )
Penglihatan ( lambang berupa sinar, pantulan sinar / gambar )
Penciuman – bau-bauan
Rabaan – Rangsangan perabaan
 Komunikan
Adalah pihak lain yang diajak berkomunikasi, yang merupakan sasaran dalam kegiatan komunikasi atau orang yang menerima berita / lambang.


 Umpan Balik
Komunikasi berhasil bila : Komunikan mampu memberikan umpan balik yang berbentuk tanggapan / respon
Jenis umpan balik berdasarkan sikap komunikan ada 4 , yaitu :
- Zero Umpan Balik
Tidak ada kejelasan umpan balik dari komunikan. Komunikasi bersifat dingin, karena : pesan kurang jelas, lambang bahasa yang digunakan tidak dipahami, waktu dan tempat tidak tepat, shingga komunikasi menjadi tidak bermakna.
- Umpan Balik Positif
Umpan balik dari komunikan dapat dimengerti oleh komunikator.
Komunikan berpartisipasi memenuhi ajakan komunikator, an terjadi persetujuan antara komunikator dengan komunikan.
- Umpan Balik Netral
Tanggapan yang disampaikan oleh komunikan tidak mempunyai relevansi dengan pesan yang disampaikan.
- Umpan Balik Negatif
Umpan balik yang disampaikan oleh komunikan tidak mendukung komunikator
Komunikasi bersifat tidak ada persetujuan dan dapat bersifat kritik.
Umpan Balik :
Arus umpan balik dalam rangka proses berlangsungnya komunikasi.
Dapat dijadikan patokan sejauh mana pencapaian dari pesan yang telah disampaikan .

C. PROSES KOMUNIKASI
 Proses Komunikasi secara Primer
Adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang / symbol.



Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah :
1). Bahasa
Paling banyak digunakan dalam komunikasi, karena hanya bahasa yang mampu “ menerjemahkan “ pikiran / perasaan komunikator kepada komunikan. Dapat berupa idea, informasi, opini.
2). Kial / Gesture / Bahasa tubuh
Dapat berupa menggapaikan tangan, memainkan jemari, mengedipkan mata. Kial hanya dapat mengkomunikasikan hal-hal tertentu saja.
3). Isyarat
Dapat menggunakan alat : tong, bedug, sirine dll. Atau menggunakan warna.
4). Gambar
Melebihi kial, isyarat dan warna dalam menterjemahkan pikiran seseorang. Tidak melebihi bahasa.
Proses membuat sebuah pesan :
1). Komunikator menyandi ( encode ) pesan yang akan disampaikan kepada komunikan. Memformulasikan pikiran dan atau perasaan kedalam lambang / bahasa yang diperkirakan akan dimengerti oleh komunikan.
2). Komunikan mengawa sandi ( decode ) pesan dari komunikator. Menafsirkan lambang yang mengandung pikiran dan atau perasaan komunikator tadi dalam konteks pengertiannya.
Komunikator sebagai penyandi disbut “ encoder “
Komunikan sebagai pengawa sandi disebut “ decoder “

 Proses Komunikasi secara Skunder
 Adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan alat / sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama.
 Komunikator menggunakan media kedua, karena komunikan sebagai sasarannya berada ditempat yang relatif jauh / jumlahnya banyak.
 Media kedua dalam komunikasi skunder dapat berupa : surat, telepon, radio, teleks, surat kabar, majalah, televisi, film.
 Umpan balik dalam komunikasi bermedia, terutama media masa dinamakan umpan balik tertunda ( delayed feedback ), karena sampainya tanggapan / reaksi khalayak kepada komunikator memerlukan tenggang waktu.
 Merupakan sambungan dari komunikai primer. Komunikator harus memperhitungkan ciri-ciri atau sifat-sifat media yang akan digunakan.

D. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI

Potter dan Perry ( 1993 ) , menyebutkan bahwa proses komuniaksi dipengaruhi beberapa faktor :
 Perkembangan
Harus diketahui pengaruh perkembangan usia, baik dari bahasa maupun proses berpikir. Komunikasi dengan anak remaja tentunya akan berbeda dengan balita.
 Persepsi
Adalah pandangan pribadi seseorang terhadap suatu kejadian / peristiwa. Perbedaan komunikasi dapat menghambat komunikasi, misalnya kata “ beton “ akan berbeda pesepsinya antara ahli bangunan dan orang awam.
 Nilai
Adalah standar yang mempengaruhi perilaku. Bidan perlu berusaha untuk mengetahui dan mengklarifikasi nilai sehingga dapat membuat keputusan dan interaksi yang tepat dengan klien. Misalnya bidan memandang bahwa aborsi adalah dosa, sedangkan klien memendang bahwa aborsi adalah tidak dosa.
 Latar belakang sosial budaya
Budaya dapat mempengaruhi bahasa dan gaya komunikasi. Budaya juga membatasi cara bertindak dan berkomunikasi.
 Emosi
Adalah perasaan subjektif terhadap suatu kejadian. Bidan pelu mengkaji emosi klien, dan megevaluasi emosi yang ada pada dirinya

 Jenis Kelamin
Tanned ( 1990 ), menyebutkan bahwa laki-laki dan wanita mempunyai perbedaan gaya komunikasi. Wanita menggunakan bahasa untuk mencari kejelasan dan meminimkan perbedaan serta membangun dan mendukung keintiman. Laki-laki lebih menggunakan bahasa untuk mendapatkan kemandirian aktivitas.
 Pengetahuan
Pengetahuan rendah akan sulit merespon pertanyaan yang mengandung bahasa verbal dari yang pengetahuan tinggi.
 Lingkungan
- Suasana bising dapat menimbulkan kerancuan, ketegangan dan ketidaknyamanan.
- Lingkungan fisik : tingkah laku manusia berbeda, ketika berkomunikasi dengan sahabatnya dan dengan pimpinannya.
- Lingkungan sosial : Wanita berpenampilan lembut, tapi berkata-kata kasar, karena limgkungan sosial.
 Jarak
Jarak tertentu akan memberikan rasa aman dan kontrol, misalnya individu merasa terancam bila berada pada jarak yang dekat dengan seseorang yang tidak dikenal.
 Kondisi Fisik
Indera pembicaraan mempunyai andil terhadap kelancaran dalam berkomunikasi.
 Citra diri
Manusia mempunyai gambaran tertentu mengenai dirinya, status sosial, kelebihan dan kekurangan. Citra diri akan terungkap dalam komunikasi.
 Peran dan hubungan
Gaya komuniksi sesuai dengan peran dan hubungan antar orang yang berkomunikasi. Cara komunikasi antara bidan dan koleganya, dengan bidan dan kliennya tentu akn berbeda.


E. BENTUK KOMUNIKASI
 Komunikasi Pribadi
- Komunikasi intra pribadi / intra personal.
Komunikasi yang terjadi dalam diri individu. Akan membantu seseorang / individu agar tetap sadar akan kejadian sekitar. Misal bila sedang melamun.
- Komunikasi antar pribadi / interpersonal
Adalah komunikasi antara dua orang dan terjadi kontak langsung dalam bentuk percakapan. Disebut juga dialog komunikasi, dan dapat dilakukan dengan cara tatap muka atau melalui media komunikasi, misalnya telepon. Komunikasi ini akan efektif bila akhirnya menghasilkan perubhan sikap pada orang yang terlibat dalam komunikasi tersebut. Untuk mencapai keberhasilan dalam komunikasi tatap muka didukung dengan komunikasi kebhasaan, bahasa kial dan bahasa sikap.

 Komunikasi Antar Kelompok
- Adalah kominikasi antar seseorang ( komunikator ) dengan sejumlah orang yang berkumpul bersama dalam kelompok.
- Ada dua tahap aktifitas untuk melaksanakan pendekatan yaitu :
Tahap Gagasan : Tahapan ketika indifidu dalam kelompok saling mengungkapkan gagasannya, berkomunikasi untuk membahas dan memecahkan masalah yang dihadapi.
Tahap Emosional Sosial : Anggota kelompok saling menenggang rasa untuk membina persatuan dan keutuhan antar pribadi dalam kelompok. Kelompok menyadari tanggungjawab serta perjuangan bersama, mengorbankan tujuan dan kepentingan pribadi.
Ada dua kelompok dalam komunikasi antar kelompok yaitu ; kelompok kecil ( kelompok dengan anggota yang jumlahnya terbatas ) dan kelompok besar yaitu kelompok dengan jumlah anggota yang banyak.

 Komunikasi Massa
- Adalah komunikasi umum, bukan komunikasi pribai, pesan yang diasmpikan tidak ditujukan pada satu orang saja, tetapti bagi semua orang / anggota khalayak.
- Menyampaikan informasi, gagasan dan sikap kepada komunikan yang beragam dalam jumlah banyak.
- Menggunakan media yang meliputi surat kabar, radio, televisi dan film dll.
- Sifat : umum, heterogen, non pribadi dan menimbulkan keserempakan dengan paham yang sama.






















KOMUNIKASI EFFEKTIF

DEFINISI
Komunikasi efektif adalah komunikasi yang mampu menghasilkan ; pengertian, kesnangan, perubahan sikap, dan hubungan yang makin baik.

TUJUAN KOMUNIKASI EFEKTIF
Memberi kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi dan penerima, sehingga bahasa lebih jelas, lengkap, pengiriman dan umpan balik seimbang, dan melatih penggunaan bahasa non verbal secara baik.

BENTUK DAN KARAKTERISTIK KOMUNIKASI EFEKTIF
A. Komunikasi Verbal Efektif
 Jelas
- Komunikasi berlangsung efektif, sederhana, pendek dan langsung.
- Kata-kata yang digunakan sedikit, untuk menghindari kerancuan.
- Jalas dalam arti bicara lambat dan mengucapkan dengan jelas.
- Penggunaan contoh dapat digunakan agar penjelasan lebih mudah dipahami.
- Ulang bagian penting dari pesan yang disampaikan.
- Penerima pesan perlu mengetahui ; apa, mengapa, bagaimana, kapan, siapa, dan dimana.
 Perbendaharaan Kata
- Gunakan kata-kata yang mudah dimengerti oleh klien.
- Komunikasi tidak berhasil jika pengirim pesan tidak mampu menerjemahkan kata dan ucapan.
- Banyak istilah teknis dalam kedokteran dan keperawatan jika digunakan oleh perawat dengan klien, klien akan bingung.
- Ucapkan pesan dengan istilah yang dimengerti oleh klien.
 Arti Denotatif dan Konotatif
- Dalam berkomunikasi dengan klien dan keluarganya, perawat harus mampu memilih kata-kata yang tidak banyak disalahtafsirkan.
 Intonasi
- Suara komunikator mampu mempengaruhi arti pesan.
- Nada suara pembicaraan mempunyai dampak yang besar terhadap arti pesan yang dikirimkan.
- Emosi seseorang dapat secara langsung mempengaruhi nada.
 Kecepatan Bicara
- Keberhasilan komunikasi verbal juga ditentukan oleh kecepatan bicara dan tempo yang tepat.
- Sebaiknya tidak berbicara terlalu cepat, sehingga kata-katanya tidak jelas.
- Selaan perlu digunakan untuk menekankan pada hal tertentu, memberi waktu kepada pendengar unruk mendengarkan dan memahami arti kata
 Humor
- Humor meningkatkan keberhasilan bidan dalam memberikan dukungan emosional terhadap klien
- Dugan ( 1998 ), tertawa membantu mengurangi ketegangan dan rasa sakit yang disebabkan oleh stress.
- Sullivan & deane ( 1998 ), humor dapat merangsang produksi katekolamin, mengurangi ansietas, memfasilitasi relaksasi pernafasan dan meningkatkan metabolisme.

B. Komunikasi Non Verbal Efektif
 Penampilan Fisik
- Penampilan fisik bidan mempengaruhi persepsi klien terhadap pelayanan keperawatan.
- Penampilan merupakan hal pertama yang diperhatikan.
- Kesan pertama timbul dalam 20 detik – 4 menit pertama.
- 84 % dari kesan seseorang berdasarkan penampilannya.
- Bentuk fisik, cara berpakaian dan berhias menunjukkan kepribadian, status sosial, pekerjaan, agama, budaya dan konsep diri.
- perawat yang memperhatikan penampilan dirinya dapat menimbulkan citra diri dan profesional yang positif.
 Sikap Tubuh dan Cara Berjalan
- Mencerminkan konsep diri, alam perasaan ( mood ) dan kesehatan.
- perawat dapat menyimpulkan informasi yang bermanfaat dengan mengamati siksp tubuh dan langkah klien.
- Langkah dapat dipengaruhi oleh faktor fisik, seperti rasa sakit / fraktur.
 Ekspresi Wajah
- Wajah merupakan bagian tubuh yang [paling ekspresif.
- Hasil penelitian menunjukkan ada 6 keadaan emosi utama yang tampak melalui ekspresi wajah yaitu ; terkejut, takut, marah, jijik, bahagia, dan sedih.
- Sering digunakan sebagai dasar penting dalam menentukan pendapat interpersonal.
- Kontak mata – Penting !!!
- Orang yang mempertahankan kontak mata selama pembicaraan dipersepsikan sebagai orang yang dapat dipercaya dan memungkinkan untuk menjadi pengamat.
 Sentuhan
- Sentuhan merupakan bagian penting dalam hubungan bidan – klien. Akan tetapi harus juga memperhatikannorma sosial.
- Kasih sayang, dukungan emosional dan perhatian dapat diberikan melelui sentuhan.
- Bradley & edinberg ( 1982 ), Wilson & Kneisel ( 1992 )
Perlu diperhatikan apakah penggunaan sentuhan dapat dimengerti dan diterima oleh klien, sehingga harus dilakukan dengan kepekaan dan hati-hati.

BAGAIMANA SUARA KITA ?
 Dalam berkomunikasi sangat dipengaruhi bagaimana kita mengatakan kata-kata yang akan kita sampaikan.
 Cara kita memakai suara dalam berkomunikasi :
P : PITCH = TITI NADA
I : INFLECTION = PERUBAHAN BENTUK NADA
C : COURTESY = SOPAN SANTUN
T : TONE = NADA
U : UNDERSTANDABILITY = DAPAT DIMENGERTI
R : RATE = KECEPATAN
E : EDUCATION = UCAPAN / LAFAL
Titi Nada
 Titi nada yang kita pakai dapat mengubah arti dari pesan / perkataan kita.
 Suara dengan titi nada tinggi dapat terdengar lemah
 Suara dengan titi nada rendah, lebih wibawa dan efektif, terutama dalam membujuk orang lain sesuai dengan tujuan.
Perubahan Nada Suara
 Perlu ada perubahan nada suara
 Nada suara datar – membosankan
 Nada suara berubah-ubah – lebih menarik, akan memelihara perhatian pendengar.
Sopan Santun
 Harus selalu dijaga misal ; berterimakasih, permisi, dll
Nada
 Nada suara dapat menegaskan arti kata-kata yang disampaikan
 Nada yang bersungguh-sungguh tampak pada kata yang besungguh-sungguh.
 Nada yang gembira tampak pada kata-kata yang gembira.
 Nada suara yang ragu-ragu dapat diartikan berdusta / dapat dipercaya.
Sifat Kata Dimengerti
 perawat perlu menggunakan kata-kata yang dapat dimengerti.
 Klien tidak mengeri, belum tentu mau bertanya.
 perawat menggunakan bahasa yang biasa digunakan dalam masyarakat.
Kecepatan
 Bicara terlalu cepat, pendengar tidak dapat mengikuti isi pembicaraan dengan seksama.
 Bicara terlalu lambat, orang yang mendengar akan mencoba mengakhiri pembicaraan, pikiran mereka akan lepas dari pembicaraan.
Ucapan / Lafal
 Bicara dengan jelas pada huruf-huruf tertentu, misal : T dan D, P dan B.
 Bicara dengan jelas untuk menghindari kesalahpahaman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar